Bayangkan kamu tiba di Pulau Maratua dan angin laut langsung menyapa, airnya sebening kaca, pasirnya halus, dan perkampungan nelayan Payung-Payung terasa hangat menyambut. Banyak orang mengenal Maratua sebagai pulau berbentuk tapal kuda yang mengapit laguna besar, dengan tebing batu kapur di satu sisi dan hamparan terumbu karang di sisi lainnya. Perairannya termasuk yang paling kaya di Indonesia, jadi tidak heran kalau para penyelam dunia menaruh Derawan Archipelago dalam daftar impian. Begitu kaki menginjak dermaga, kamu akan paham kenapa tempat ini bikin nagih. Ini bukan sekadar pantai cantik, tapi paket lengkap: alam, budaya kampung pesisir, dan spot snorkeling yang gampang diakses. (sumber: Indonesia Travel)
Sebagai jantung aktivitas di bagian utara Pulau Maratua, Desa Payung-Payung terkenal dengan Goa Haji Mangku yang airnya biru pekat dan bening, tersembunyi hanya beberapa langkah dari pesisir. Banyak yang datang untuk berenang di kolam alami, lompat dari bibir gua, atau sekadar berburu foto. Aksesnya sudah jauh lebih rapi dibanding beberapa tahun lalu, jadi cocok juga buat kamu yang baru pertama kali main ke Maratua. Kalau ingin suasana kampung, jalan-jalan sore di lorong-lorong kampung dan ngobrol dengan warga bisa jadi pengalaman menenangkan sebelum kamu lanjut island hopping ke Kakaban dan Sangalaki keesokan harinya.
Kabar baiknya, sekarang ada Bandara Maratua (RTU, WAQC) di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Pendaratan perdana pesawat komersial terjadi pada 2017, lalu diresmikan pada 25 Oktober 2018. Landasan pacunya sekitar 1.600 meter, cukup untuk pesawat baling-baling rute pendek, jadi perjalananmu jadi lebih singkat. Alternatifnya, kamu bisa masuk lewat Tanjung Redeb lalu lanjut darat ke Pelabuhan Tanjung Batu dan naik speedboat menuju Maratua. Dua jalur ini bikin rencana liburanmu fleksibel, tinggal pilih mana yang cocok dengan waktu dan anggaran.
Daya Tarik Pulau Maratua di Payung-Payung

Begitu menginjakkan kaki di Pulau Maratua, kamu akan langsung merasa ritme hidup jadi lebih lambat, persis seperti yang kamu butuhkan untuk detoks dari riuh kota. Garis pantainya panjang, airnya gradasi biru-toska, dan hutan kelapa yang rindang memayungi tepian desa. Di Payung-Payung, warganya ramah dan masih mengandalkan laut untuk hidup, jadi melihat perahu kayu keluar masuk teluk adalah pemandangan harian. Keistimewaan Maratua bukan hanya di lautnya, tapi juga lanskap karst yang membentuk gua, sumur biru, serta lagoon yang terlihat dramatis dari udara. Cocok banget buat kamu yang suka kombinasi snorkeling, jalan santai, dan sesi foto matahari terbenam dari dermaga desa. Kalau cari suasana yang bikin hati adem, ini dia tempatnya.
Spot Wajib di Pulau Maratua
Kamu bisa mencicil destinasi yang jaraknya berdekatan, jadi sehari tetap santai tapi banyak dapat pengalaman baru.
- Goa Haji Mangku (Halo Tabung Cave): Kolam alami berwarna biru tua ini ada di Desa Payung-Payung dan jadi magnet utama wisata Maratua. Dari tepi pantai, akses ke gua kini lebih rapi, ada jalur kayu pendek untuk menuju bibir gua. Airnya tenang dan jernih, bagian terdalamnya bikin deg-degan seru untuk loncat dari tebing rendah, sementara sisi dangkal nyaman untuk berendam. Datang saat siang ketika cahaya masuk dari atas, efeknya bikin air berpendar bak neon. Tetap hati-hati ya, cek ombak dan arus di pintu masuk. Bawa alas kaki anti licin karena batu karst bisa tajam. Ini spot wajib kalau kamu ingin merasakan sisi lain Maratua selain pantai.
- Turtle Traffic: Nama spot ini sering dibicarakan penyelam karena perlintasan penyu yang ramai di sekitar Maratua. Saat arus pas, kamu bisa melihat penyu hijau berseliweran, kadang ditemani gerombolan ikan karang dan sesekali reef shark lewat dari kejauhan. Walau cocok untuk penyelam berpengalaman, snorkeler juga bisa ikut tur dengan pengawasan pemandu lokal. Saran penting: pakai reef-safe sunscreen dan jaga jarak, jangan menyentuh penyu. Biarkan mereka melintas dengan tenang supaya perilaku alaminya tidak terganggu. Ini salah satu alasan banyak orang menyebut Maratua sebagai surganya pecinta biota laut.
- Dermaga Teluk Harapan: Sore hari, hidupnya Maratua seperti pindah ke dermaga Teluk Harapan. Anak-anak lokal memancing, perahu kembali dari laut, dan langit mulai berubah jingga. Buat kamu yang suka foto, momen senja di sini menyatu dengan siluet perahu dan tiang-tiang kayu dermaga. Pagi hari juga oke untuk berenang ringan karena airnya relatif tenang. Kalau butuh camilan, ada warung dekat dermaga yang jual kopi dan gorengan, pas untuk memulai hari jelajah. Lokasi ini juga sering jadi titik kumpul tur island hopping.
Penutup bagian ini sederhana saja: nikmati ritme Maratua tanpa terburu-buru. Di Payung-Payung, biasakan menyapa warga, jaga kebersihan, dan belanja di warung lokal. Semakin kamu menyatu dengan suasana, semakin terasa liburanmu bukan sekadar singgah, tapi benar-benar pulang ke alam.
Panduan Snorkeling dan Diving di Maratua dan Sekitarnya

Perairan sekitar Pulau Maratua adalah halaman depan menuju beberapa spot bawah laut paling terkenal di Indonesia. Arus lautnya menyalurkan nutrien yang bikin terumbu karang subur dan ikan-ikan betah berkumpul. Buat snorkeler pemula, jetty-jetty resort dan dermaga desa sudah cukup untuk melihat karang hidup dan gerombolan ikan kecil. Buat diver berpengalaman, arus menantang dengan drop-off dan channel bisa kamu kejar di titik-titik tertentu yang diatur operator lokal. Yang bikin komplit, radius island hopping dari Maratua menjangkau Pulau Kakaban yang punya danau ubur-ubur tak menyengat, hingga Pulau Sangalaki yang dikenal dengan manta dan konservasi penyu. Kombinasi inilah yang membuat liburanmu kaya pengalaman tanpa perlu pindah basis banyak kali. (sumber: Global Conservation)
Lokasi Underwater Terbaik
Susun hari penyelamanmu dengan seimbang, gabungkan yang santai dan yang menantang.
- Pulau Kakaban (Danau Ubur-ubur): Di tengah Pulau Kakaban terdapat danau air payau raksasa yang dihuni jutaan ubur-ubur tak menyengat dari empat spesies. Air danau yang sedikit di atas permukaan laut ini menjadi laboratorium evolusi alami setelah terisolasi ribuan tahun. Pengunjung bisa snorkeling berdampingan dengan ubur-ubur yang jinak, pengalaman yang jarang ada di dunia. Aksesnya melalui tangga kayu menuju tepi danau. Ikuti aturan setempat, seperti tidak memakai fins tertentu di area dangkal, dan jangan menyentuh ubur-ubur berlebihan demi kelestarian. Dari Maratua, banyak operator menawarkan tur gabungan Kakaban–Sangalaki.
- Pulau Sangalaki: Perairan Sangalaki terkenal sebagai jalur lintasan manta dan lokasi konservasi penyu. Malam hari pada musim tertentu, penyu mendarat untuk bertelur, sementara siang hari kamu bisa peluang melihat manta berputar di stasiun pembersihan. Pengelola setempat membuka edukasi konservasi untuk pengunjung, sangat cocok untuk keluarga. Arusnya bisa kuat, jadi ikuti briefing pemandu. Trip dari Maratua biasanya digabung dengan Kakaban, membuat satu hari penuh yang memuaskan antara edukasi dan petualangan bawah laut.
- Dermaga Green Nirvana, Maratua: Buat sesi snorkeling santai tanpa naik kapal jauh, area sekitar dermaga salah satu resort di Maratua sering jadi pilihan. Karang dangkal, ikan kecil berwarna-warni, terkadang penyu lewat di kedalaman menengah. Pagi hari visibilitas biasanya lebih jernih. Tetap patuhi etika dasar: jangan berdiri di atas karang dan jangan memberi makan ikan. Lokasi ini enak untuk pemanasan sebelum kamu meluncur ke spot arus atau channel yang lebih menantang.
Intinya, jangan kejar semua spot sekaligus. Dengarkan rekomendasi operator lokal, cek cuaca harian, dan prioritaskan keselamatan. Semakin kamu sabar, semakin banyak kejutan yang akan kamu temukan di bawah permukaan.
Akses dan Transportasi ke Pulau Maratua
Menuju Pulau Maratua sekarang jauh lebih simpel. Opsi tercepat adalah terbang ke Bandara Maratua (RTU) yang berada langsung di pulau. Bandara ini memiliki landasan sekitar 1.600 meter dan melayani pesawat baling-baling rute pendek yang menghubungkan kota-kota di Kalimantan dan sekitarnya pada jadwal tertentu. Jika kamu ingin perjalanan yang lebih bertahap, rute populer adalah terbang ke Tanjung Redeb, lanjut darat sekitar 2–3 jam ke Pelabuhan Tanjung Batu, kemudian naik speedboat menuju Maratua. Pilihan mana pun, pastikan kamu konfirmasi jadwal kapal dan cuaca, terutama saat musim angin. Fleksibilitas ini bikin itinerary mudah disesuaikan dengan hari cuti dan bujet.
Rute Terbaik
Kamu bisa memilih sesuai waktu dan gaya perjalananmu.
- Bandara Maratua (RTU, WAQC): Cocok buat yang ingin mendarat dan langsung liburan. Landasan sepanjang kurang lebih 1.600 meter cukup untuk pesawat turboprop. Dari bandara ke Payung-Payung hanya puluhan menit berkendara tergantung penginapanmu. Banyak akomodasi menyediakan pick-up berbayar. Karena rute tidak setiap hari, lakukan perencanaan jauh-jauh hari dan selalu cek kebijakan bagasi alat selam kalau kamu membawa gear sendiri.
- Dari Tanjung Redeb ke Tanjung Batu lalu ke Maratua: Setelah tiba di Tanjung Redeb, lanjut darat ke Pelabuhan Tanjung Batu. Jalan lintasnya mulus di banyak titik dan ada beberapa tempat makan untuk istirahat. Di pelabuhan, sewa speedboat atau gabung kapal reguler sesuai jadwal. Rute ini favorit karena biayanya bisa ditekan jika pergi rombongan, plus pemandangan pesisirnya menyenangkan untuk road trip.
- Gabung Trip Island Hopping: Banyak operator menawarkan paket harian dari Maratua yang menggabungkan Kakaban dan Sangalaki. Biasanya keberangkatan pagi dari dermaga, kembali sore menjelang senja. Paket seperti ini hemat waktu karena sudah termasuk perizinan dasar dan pemandu. Pastikan kamu menanyakan detail perlengkapan, makan siang, serta kebijakan cuaca.
Kesimpulannya, pilih jalur yang paling bikin kamu rileks. Jika waktu mepet, mendarat di RTU itu juara. Kalau kamu suka perjalanan berlapis dan ingin menikmati jalur darat-pesisir, kombinasi Tanjung Redeb dan Tanjung Batu terasa lebih petualang.
Rekomendasi Akomodasi di Pulau Maratua dan Tanjung Redeb

Menginap di Pulau Maratua itu enaknya bangun tidur langsung lihat laut. Tapi buat yang datang malam atau mengejar penerbangan pagi, menginap di Tanjung Redeb sebagai kota transit juga praktis. Di bawah ini adalah pilihan yang relevan dan kami cocokkan dengan direktori akomodasi terkini, sesuai alamat di Kalimantan Timur dan Kabupaten Berau. Tip: hubungi pihak penginapan jauh-jauh hari, terutama musim ramai, serta tanya layanan antar-jemput dermaga atau bandara.
Menginap di Pulau Maratua
- Noah Maratua Resort: Beralamat di Teluk Harapan, Pulau Maratua, penginapan tepi laut ini pas untuk kamu yang ingin suasana tenang dengan akses mudah ke dermaga dan aktivitas laut. Kamar-kamarnya menghadap air, jadi kamu bisa menikmati pagi dengan pemandangan biru tak berujung. Banyak tamu memilih paket snorkeling atau tur Kakaban dan Sangalaki langsung dari sini, sehingga logistik harian jadi ringan. Lokasinya di area Teluk Harapan membuat kamu dekat dengan warung lokal untuk sekadar ngopi sore. Staf biasanya membantu koordinasi pick-up bandara atau dermaga jika kamu memerlukannya.
- Sienna Resort Maratua: Berlokasi di Alulu Bay, Pulau Maratua, resort ini jadi opsi nyaman untuk pasangan maupun keluarga. Keunggulannya ada pada akses snorkeling dangkal dari sekitar dermaga dan suasana yang tenang, ideal buat yang ingin slow holiday. Dari sini kamu bisa berkendara sebentar ke Goa Haji Mangku di Payung-Payung atau melipir ke Teluk Harapan saat matahari terbenam. Tanyakan paket tur harian yang sudah termasuk kapal, pemandu, dan makan siang agar kamu tinggal berangkat santai ke spot favorit.
Transit Nyaman di Tanjung Redeb
- Grand Parama Hotel: Berada di pusat Tanjung Redeb, hotel ini cocok sebagai base sebelum atau sesudah menyeberang ke pulau. Kamar luas, akses kuliner sekitar mudah, dan staf terbiasa membantu tamu yang membawa perlengkapan laut. Lokasinya strategis untuk menata logistik darat seperti sewa mobil menuju Pelabuhan Tanjung Batu. Kalau kamu mengejar pesawat pagi atau datang malam, pilihan ini sering jadi andalan karena praktis dan ramah kantong.
- Berau Square Hotel: Alternatif transit nyaman di Tanjung Redeb dengan akses cepat menuju jalur keluar kota. Cocok buat yang ingin tidur nyenyak sebelum perjalanan darat. Di sekitar hotel ada pilihan makanan lokal hingga minimarket, jadi kamu bisa melengkapi bekal satu malam sebelumnya. Tanyakan opsi sarapan take-away jika kamu berangkat subuh ke pelabuhan agar tidak repot mencari makan di jalan.
Ringkasnya, menginap di Maratua memberi pengalaman tepi laut tanpa jeda, sedangkan Tanjung Redeb praktis untuk ritme perjalanan yang padat. Pilih sesuai gaya liburanmu.
Island Hopping dari Maratua: Kakaban, Sangalaki, dan Derawan

Salah satu kelebihan menginap di Maratua adalah kemudahan menjangkau pulau-pulau ikonik di Kepulauan Derawan dalam satu hari. Pola yang paling umum adalah berangkat pagi, mampir Kakaban untuk snorkeling di danau ubur-ubur, lanjut Sangalaki untuk manta dan edukasi penyu, lalu singgah di Pulau Derawan untuk makan siang santai dan belanja suvenir. Dengan begitu, kamu dapat kombinasi pengalaman bawah laut, konservasi, dan suasana kampung wisata dalam satu lintasan yang efisien. Pastikan kamu membawa uang tunai secukupnya dan dry bag untuk keamanan barang.
Itinerary Sehari
- Pulau Kakaban: Pagi hari menuju Kakaban, naik tangga kayu ke tepi danau, lalu snorkeling damai di antara ubur-ubur tak menyengat. Bawa masker bersih dan ikuti arahan penjaga setempat agar tidak merusak ekosistem yang rapuh. Setelah puas, turun lagi ke pantai untuk rehat sebentar. Pengalaman ini unik dan menjadi sorotan utama tur dari Maratua.
- Pulau Sangalaki: Menjelang siang, lanjut ke Sangalaki. Jika beruntung, kamu bisa melihat manta berenang anggun. Malam hari pada musimnya, penyu mendarat untuk bertelur dan beberapa pos edukasi membuka sesi pengenalan konservasi. Ingat untuk menjaga jarak dan tidak menyalakan lampu langsung ke penyu. Tempat ini cocok untuk belajar menghormati alam sembari berlibur.
- Pulau Derawan: Sore hari singgah di Derawan untuk makan, ngopi, atau sekadar jalan santai di kampung wisata yang hidup. Banyak toko suvenir dan warung yang bisa kamu sambangi. Kalau masih ada waktu, sebentar snorkeling di sekitar jetty pun sudah bikin senyum-senyum sendiri karena ikannya ramah kamera. Ini penutup manis sebelum kembali ke Maratua menjelang senja.
Kuncinya adalah fleksibel mengikuti kondisi arus dan cuaca. Biarkan pemandu lokal yang menentukan urutan terbaik agar kamu mendapatkan visibilitas maksimal dan perjalanan yang aman.
Tips Praktis Berkunjung ke Pulau Maratua
Biar liburanmu makin mulus, beberapa hal kecil ini sering terlupa padahal dampaknya besar untuk kenyamanan. Pertama, soal cuaca. Di wilayah timur Kalimantan, angin dan arus bisa berubah, jadi selalu cek prakiraan laut harian dan tidak memaksakan diri jika kondisi tidak mendukung. Kedua, soal koneksi dan uang. Sinyal internet bisa naik turun terutama di area terpencil, sementara mesin EDC kadang tidak stabil. Bawa uang tunai secukupnya dan simpan terpisah untuk biaya kapal dan makan. Ketiga, jadwal kapal dan pesawat tidak selalu setiap hari, jadi rencanakan buffer day saat datang atau pulang.
Catatan Penting
- Musim dan Cuaca: Musim kering biasanya memberi visibilitas lebih baik untuk snorkeling dan diving, tapi tetap fleksibel karena angin lokal bisa mengubah rencana. Sediakan rencana cadangan seperti jelajah desa atau nongkrong di dermaga saat ombak tidak bersahabat. Dengan begitu kamu tetap menikmati hari tanpa merasa rugi.
- Etika Konservasi: Banyak titik di Maratua, Kakaban, dan Sangalaki adalah habitat sensitif. Jangan menginjak karang, jangan menyentuh penyu atau manta, dan gunakan reef-safe sunscreen. Bawa kembali sampahmu, termasuk puntung rokok dan plastik kecil. Dengan sikap sederhana ini, kamu membantu menjaga rumah bagi jutaan makhluk laut agar tetap sehat dikunjungi generasi berikutnya.
- Uang Tunai dan Sinyal: Beberapa penginapan menerima transfer, tapi koneksi kadang tidak stabil. Simpan uang tunai pecahan kecil untuk bayar tiket masuk spot, sewa masker, hingga beli kelapa muda di warung pantai. Siapkan juga power bank karena listrik di beberapa titik bisa hemat di malam hari untuk efisiensi.
Kalau semua tip ini kamu pegang, sisa liburan tinggal menikmati. Maratua memang mengajarkan kita untuk bergerak pelan, merasakan udara laut, dan pulang dengan cerita yang penuh kejutan manis.
